Sering Diburu, Populasi Hiu Terancam Punah

Penulis: Christison Sondang Pane | Editor: Reza Perdana

Sering Diburu, Populasi Hiu Terancam Punah

Tumpukan ikan dan dua orang pekerja sedang memotong sirip hiu (Daily Mail)

Jumat, 24 Juni 2016 | 13:11

Analisadaily - Tingginya permintaan sirip hiu menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang paling besar melakukan penangkapan. Keadaan itu semakin nyata, setelah ribuan ekor hiu terlihat dan bertumpuk di lantai pasar di Indramayu, Jawa Barat, Selasa (21/6) kemarin.

Beberapa negara yang menginginkan ikan predator tersebut adalah Singapura, Hong Kong, Taiwan dan Tiongkok. Di Negeri Tirai Bambu, siripnya merupakan makanan lezat dan paling berharga yang dibanderol $68 atau setara Rp 902.025 ribu per mangkuk.

Dilansir dari Daily Mail, Jumat (24/6), sirip hiu dijadikan sup dan sebagai simbol kekayaan yang sering dihidangkan di perhotelan, dan dikonsumsi pada acara-acara khusus seperti pernikahan dan jamuan makan. Tulang rawan sirip hiu juga sudah dikonsumsi sejak Dinasti Song (960-1279).

Hingga sekarang hal itu berlanjut dan penangkapan ikan hiu di perairan Indonesia juga terus meningkat. Menurut laporan Green Peace Indonesia dan Asia, setidaknya Indonesia memproduksi 468 ton sirip ikan hiu kering setiap tahunnya. Meskipun dilarang, penangkapan tetap marak dan sulit dikontrol.

Sirip hiud berbagai ukuran sedang dijemur (Daily Mail)

Sirip hiud berbagai ukuran sedang dijemur (Daily Mail)

“Indonesia berada di atas 20 negara yang paling besar di dunia melakukan penangkapan ikan hiu. Ada 14 spesies hiu yang paling lazim diperdagangkan, semuanya telah mengalami penurunan populasi dari 40-99 persen,” kata Direktur Save Sharks Indonesia Campain, Riyanni Djangkaru.

Conservation of Nature juga mencatat, lebih dari 71 persen diklasifikasikan sebagai ikan rentan atau terancam punah dan dianggap punya risiko tinggi mengalami kepunahan.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar